Website Resmi Desa Tapen - Kecamatan Lembeyan
Jl. Tapen - Pupus Km. 2 Dukuh Ringin Putih RT 01 RW 03 Desa Tapen
📧 tapen.lembeyan@magetan.go.id   |   ☎️ -   |   🏷️ Kode Pos: 63372
Potensi Desa
16 Agustus 2019
Punden Kenong

Tanda Kesuburan dalam Punden Kenong

 

Para pembaca, masihkah kalian ingat dengan penemuan arca Brahma di Trenggalek yag diduga peninggalan dari Kerajaan Majapahit. Letak Magetan yang berada di kaki gunung Lawu mengingatkan kita tentang kaburnya Raja Brawijaya terakhir ke Gunung Lawu menandakan Magetan mempunyai kedekatan dengan kerajaan hindu ini. Salah satu peninggalan kemegahan Kerajaan Hindu adalah Lingga dan Yoni.

Di Punden Kenong yang terletak di Desa Tapen juga menyimpan sisa sejarah yang sangat menarik. Disana ditemukan dua yoni dan dua artefak batu berbentuk kenong. Yoni dan batu kenong ini dikelilingi oleh sawah yang luas. Punden dalam KBBI diartikan sebagai tempat keramat atau sesuatu yang sangat dihormati oleh masyarakat sekitar.

Lingga Yoni

Lingga dan yoni telah dinobatkan sebagai benda budaya. Lingga merupakan batu yang berbentuk silinder dan yoni merupakan batu yang berbentuk persegi panjang, kubus maupun bujursangkar yang memiliki lubang ditengahnya sebagai poros lingga.

Lingga biasanya ditegakkan diatas yoni. Tetapi berdasarkan banyaknya arca yang ditemukan, lingga dan yoni terletak terpisah. Lingga merupakan simbol alat kelamin laki-laki yang berasal dari alat kelamin dewa Siwa yang menggambarkan kejantanan. Yoni merupakan simbol alat kelamin perempuan yang menggambarkan kesuburan.

Lingga dan yoni merupakan penanda peradaban masyarakat Jawa pada masa Kerajaan Hindu. Memudarnya kepercayaan hindu di Indonesia ditandai dengan runtuhnya Majapahit pada abad ke-13 ditandai dengan menangnya kerajaan islam Demak Bintaro terhadap Jawa.

Perebutan dominasi yang sengit antara Demak Bintaro dan Kerajaan Majapahit menjadikan banyak produk budaya yang dirusak maupun dimusnahkan maupun dialih fungsikan. Pada masa kekuasaan islam, lingga dan yoni banyak ditemukan sebagai alat penumbuk.

Batu lingga dan yoni banyak ditemui situs-situs candi di Jawa maupun Pura di Bali.

Lokasi lingga  : Desa Pupus

Lokasi yoni     : 100 meter di sawah Punden Kenong, Desa Seturi

 

Batu Kenong

Monumen megalitikum berbentuk kenong berhasil ditemukan di Desa Tapen, Jawa Timur.

Terdapat berbagai versi cerita tentang batu kenong yang dikemukakan oleh masyarakat. Ada yang percaya bahwa kenong tersebut merupakan simbol kenong yang hilang dicuri, ada pula yang percaya bahwa kenong tersebut merupakan kenong yang berasal dari Yang Diatas. Masyarakat percaya pada jaman dahulu kenong tersebut dipinjamkan kepada peduduk desa untuk melangsungkan hajatan.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI memberikan deskripsi tentang riwayat batu kenong. Batu kenong yang berbentuk natural digambarkan sebagai bentuk payudara erat kaitannya dengan kesuburan. Batu kenong yang berhimpun biasanya diasumsikan sebagai umpak bangunan rumah, kuburan komunal dan objek pemujaan.

Batu kenong pada jaman dahulu biasanya digunakan sebagai landasan bangunan atau tempat ibadah sebagai penahan bangunan utama pada masa megalitikum hingga klasik. Masa megalitik merupakan masa yang dicirikan oleh benda-benda yang terbuat dari batu. Masa megalitik diperkirakan berumur 2000 tahun yang lalu.

Batu kenong banyak ditemukan di Bondowoso dan Jember.

 

Lihat Selengkapnya
16 Agustus 2019
Punden Banteng

Punden Banteng merupakan salah satu dari keempat punden yang ada di Desa Tapen. Punden Banteng menyimpan cerita menarik. Arca banteng di punden itu erat kaitannya dengan adanya kepercayaan Hindu. Dewi Durga (istri Dewa Shiwa) bagi umat Hindu merupakan simbol kekuasaan. Menurut kitab suci Veda memiliki 9 bentuk yang berbeda. Salah satu bentuknya yaitu Shailaputri, yang berarti putri gunung. Shailaputri mengendarai banteng dan memegang trisula dan bunga teratai. Shailaputri mewakili unsur bumi. Masyarakat di sini percaya bahwa patung banteng yang berada di sana berasal dari seorang wanita yang diganggu oleh seekor banteng sehingga wanita tersebut menebas kepala bantengnya. Setiap hari jumat di bulan tertentu, masyarakat selalu melakukan syukuran di Punden Banteng dengan menyembelih kambing dan memakannya secara berbarengan di pelataran punden. Ritual ini telah dilangsungkan sejak dahulu, pernah sekali tidak terlaksana mengakibatkan desa tidak aman. Masyarakat pun percaya bahwa terdapat Dayang perempuan yang menjaga punden tersebut.

Lihat Selengkapnya
7 September 2020
Kali Mbanjeng

Wisata Kelenan kali mbanjeng yang berada di Dukuh Seturi Desa Tapen 

Lihat Selengkapnya